Ini 7 Fakta tentang Musik dan Efeknya Terhadap Otak Manusia

Ini 7 Fakta tentang Musik dan Efeknya Terhadap Otak ManusiaOtak adalah salah satu organ vital yang terbesar dan paling kompleks dalam tubuh manusia. Otak tersusun dari sejumlah jaringan pendukung dan 100 miliar lebih sel saraf yang berkomunikasi dalam sistem dengan triliunan koneksi yang disebut sinaps. Otak dapat bekerja dengan cara yang sulit kita pahami.

Dalam banyak penelitian, peneliti melihat seberapa banyak hal normal seperti musik dapat mempengaruhi, dan bahkan mengubah otak sepenuhnya. Berikut ini beberapa fakta tentang musik dan efeknya terhadap otak.

Yuk, simak ulasannya di bawah ini yang pastinya akan memberi kamu wawasan tentang kompleksitas pikiran kita.

1. Rasa dingin yang didapatkan ketika mendengarkan musik, sebagian besar disebabkan oleh otak yang melepaskan dopamin sambil menantikan momen puncak sebuah lagu

Dopamin adalah zat kimia yang menyebabkan perasaan baik yang dikeluarkan oleh otak. Zat kimia ini terlibat langsung dalam motivasi, serta kecanduan. Studi-studi ini menemukan penjelasan biologis mengapa musik selalu menjadi bagian besar dari peristiwa emosional di seluruh dunia sejak awal sejarah manusia.

2. Ada beberapa aktivitas dalam kehidupan yang memanfaatkan seluruh otak–dan musik adalah salah satunya

Dengan Functional Magnetic Resonance Imaging (FMRI), sebuah tim peneliti merekam sekelompok orang yang mendengarkan musik. Mereka menemukan bahwa mendengarkan musik mengerahkan area pendengaran, dan menggunakan jaringan saraf berskala besar di otak. Bahkan, mereka percaya musik dapat mengaktifkan area emosional, motorik, dan kreatif di otak.

3. Memutar musik secara teratur akan mengubah struktur otak secara fisik

Plastisitas otak mengacu pada kemampuan otak untuk berubah sepanjang hidup. Perubahan yang terkait dengan pembelajaran terjadi sebagian besar pada koneksi antar neuron. Ketika mempelajari musisi, para peneliti menemukan bahwa volume korteks tertinggi ada pada musisi profesional, menengah pada musisi amatir, dan terendah pada non-musisi.

4. Otak merespons musik dengan cara yang sama dengan merespons sesuatu yang akan dimakan

Seperti disebutkan di atas, dopamin adalah zat kimia yang dilepaskan oleh otak. Zat kimia ini terhubung dengan perasaan euforia yang dikaitkan dengan kecanduan, motivasi, dan bahkan makan.

Dopamin adalah zat kimia yang memungkinkan seseorang untuk merasakan kesenangan dari hal-hal seperti itu. Sebuah penelitian yang hanya menggunakan musik instrumental membuktikan bahwa antisipasi terhadap aliran musikal melepaskan reaksi yang sama di otak seperti mengantisipasi rasa makanan.

Ini 7 Fakta tentang Musik dan Efeknya Terhadap Otak Manusia25. Mendengarkan musik sambil berolahraga dapat secara signifikan meningkatkan kinerja latihan

Disosiasi adalah teknik pengalihan. Teknik ini dapat mengalihkan pikiran dari perasaan lelah, dan meningkatkan kondisi suasana hati yang positif seperti semangat. Dengan mendengarkan musik selama intensitas latihan rendah hingga sedang, kamu akan merasakan pengalaman yang lebih menyenangkan secara keseluruhan saat berolahraga.

6. Keterikatan emosional bisa menjadi alasan untuk pilihan lagu favorit

Lagu favorit seringkali tergantung pada konteks. Meskipun banyak orang sering mengubah lagu favorit mereka menyesuaikan dengan yang baru dirilis, tetapi terbukti bahwa preferensi jangka panjang terutama disebabkan oleh keterikatan emosional pada memori yang terkait dengan lagu tersebut.

7. Detak jantung berubah meniru musik didengarkan

Musik ditemukan untuk memodulasi detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan. Musik ditemukan untuk memodulasi detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan. Sistem kardiovaskular mencerminkan decrescendo kempes, dan pembengkakan crescendo. Perubahan yang membedakan dalam pola suara bahkan ditemukan pada janin yang sedang berkembang.

Itulah beberapa fakta tentang musik dan efeknya terhadap otak manusia. Kira-kira siapa nih yang ngerjain sesuatu sambil dengerin musik?